mudik rainbow ;) plus tips mudik buat balita

kalau ada yang bertamu ke rumah saya malam ini, di ruang tamu akan tersuguh…..

empat koper pakaian: 1 koper pakaian kaka+umar, 1 koper pakaian hana+azzam, satu koper pakaian ibu+abah, satu koper pakaian sekeluarga untuk transit di jogja. satu kardus oleh-oleh purwakarta titipan mamah untuk yangti.satu kardus oleh-oleh baju, kerudung n kembang api buat ponakan-ponakan. satu tas berisi perlengkapan mandi dan obat-obatan (ini banyaknya seapotek;). satu tas berisi cemilan, buah, n susu. satu tas berisi gelas, termos, pisau. tiga tas: tas hello kitty kaka berisi hp, diary n beberapa buku pinkberry (ternyata, seri KKPK udah gak level buat anak kelas 4;), tas mobil berisi kotak rahasia umar (itu adalah bekas kotak sepatu homyped, yang diatasnya ada tulisan umar yang gede-gede: “kotak rahasia: jangan dibuka” berisi mainan-mainan kesayangannya), dan satu tas piglet hana berisi….boneka ultraman, senter, mainan mikrofon, buku wajib “tantangan super” n peralatan dokter2an). plus…satu tas berisi alat2 teknologi: laptop abah, laptop ibu (harus selalu bawa! karena selalu ada yang imel minta dikirim file ini-itu hehe…), kamera, handycam, ipad, tablet, dan segala macem chargernya. terakhir adalah tas kecil ibu berisi dompet, qur’an dan seuprit alat kosmetik;).

yups…yups…besok subuh kami akan….M U D I K !!!! ;). Sudah ada konvensi di keluarga besar kami bahwa Idul Fitri adalah jatah silaturahim ke Kediri, sedangkan Idul Adha, jatahnya Purwakarta;)Nanti kalau anak-anak udah tidur, seabrek barang2 itu akan disusun sedemikian rupa sehingga baris kedua dan ketiga mobil kami tersulap menjadi kasur yang nyaman….baris ketiga akan dilengkapi dengan bantal cars + selimut angry birdsnya umar n bantal pooh+selimut peri kaka, lengkap dengan guling kesayangan masing-masing. Baris kedua akan dilengkapi dengan bantal n selimut angry bird hana, serta guling shaun the sheepnya. dan…anggota baru dalam mudik kali ini adalah azzam! berarti akan ada bantal cars kecil n selimt bulunya yang super anget…..

10 tahun menikah, hanya sekali ibu pernah absen mudik. 3 tahun lalu, saat hana masih berumur 3 minggu. saat itu abah mudik bersama kaka, ibu di purwakarta bersama umar n baby hana. Beragam moda kendaraan sudah kami coba. Sebelum punya mobil, ketika masih berdua n bertiga dengan Kaka, kami pernah mencoba pake bis n kereta api. Setelah punya mobil, selalu pake mobil karena bisa jungkir balik semaunya kalau di mobil sendiri. Anak-anak rewel…bisa brenti dulu… Maret lalu, karena si abah udah sakaw kangen sambel tumpang, bersama Kaka dan Umar mudik juga pake pesawat. Tahun ini, meskipun budget untuk naik pesawat mencukupi, namun kami tetap memutuskan untuk pake mobil. Apa yang digambarkan Prof Jalaluddin Rakhmat beberapa tahun lalu, bahwa mudik, bagi orang indonesia adalah “obat mental” yang jitu, tampaknya pas buat si abah. Ia sangat menikmati perjalanan panjang bermobil, meski bertindak sebagai solo sopir;)

Bandung-Kediri…..kalau naik bis Rosalia Indah, akan sampai 14 jam. Kalau pake kereta, sampai kurang lebih 12 jam. Kalau pake mobil….bisa 24 jam atau lebih, tergantung ketahanan si abah menyetir;) Selama itu??? Bawa anak-anak???Ribet??? sulit untuk bilang engga. But….trust me…gak seribet yang dibayangkan kok setelah dijalani mah. Practice makes perfect hehe…..

Sepanjang perjalanan, jangan bayangkan lempeeeng aja….kalau kita brenti sholat di mesjid, kita akan bertemu dengan para mudikers yang lain….Lalu kalau kecapean malam hari dan ingin beristirahat dulu, pom-pom bensinnya selau menyediakan temat untuk tidur. Terutama untuk para pengendara motor. Super salut buat mereka !!!GAk akan kita temuin di negara manapun kayaknya…..kadang mereka bawa 3 anak mereka, ada yang bayi pula….Selalu tergerak untuk mendoakan agar mereka diberi keselamatan, dan dianugerahkan pahala tak terhingga atas pengorbanan mereka untuk menunaikan silaturahim pada keluarga…..GErah? pengen seger??? tersedia kamar mandi yang cukup memadai. Kita sih udah hafal, pom-pom bensin mana yang kamar mandinya gak kotor. Tapi semakin ke sini, semakin oke fasilitasnya. Setahun kemaren, cukup banyak tulisan besar di tempat istirahat pom bensin: “kamar mandi VIP.shower dan air hangat. harga Rp.5.000”. Saya pernah coba…beneran oke loh…. Satu hal yang paling ibu tunggu2 adalah…biasanya saat perjalanan ini, terutama saat malam, anak-anak udah tidur…biasanya itu super quality time buat ibu dan abah. bicara dari hati ke hati….bernostalgia….saling menyampaikan umpan balik…berrekonsiliasi….kapan lagi bisa anteng ngobrol lama tanpa gangguan para krucil? šŸ™‚

Gimana anak-anak mengadapi perjalanan super panjang itu? asal basic needs mereka terpenuhi (tidur nyaman, perut kenyang, mainan kesukaan dalam dekapan)…amaaaaan…mereka biasa main tenda2an pake selimut, main “kawan-kawanan” yang suitable dengan segala setting dan suasana (pemain: kawan besar, kawan sedang, kawan kecil dan kawan superkecil plus kawan kumis n kawan gendut). Kalau udah bosen n pada ngerengek, biasanya dikasih kamera n handycam, amaaaan….Kadang mereka minta brenti kalau liat sawah, sungai, hutan….

Di Kediri, kami sudah punya rutinitas yang kami tunggu-tunggu. Salah satunya adalah…makan soto Kediri !! Meskipun beberapa kali si bumbu soto itu dikirim via TIKI ke Bandung, tapi menikmati di tempat asalnya, dengan segala macem suasananya, rasanya tentu beda. Apalagi, kedai soto yang kami kunjungi adalah milik Mas Wid, kakak ipar. Kami sudah biasa kalau diliatin oleh para pelanggan lainnya, kenapa kami tampak merajalela mendapatkan soto dengan porsi jumbo2 dan “recet” minta kombinasi ini-itu haha….

Untuk mengatasi kebosanan rutinitas mudik tahunan, mengakomodasi keinginan anak-anak, sudah 3 tahun ini kami mengadakan “enrichment” (halah, sok gaya;). Kami selalu agendakan menginap di hotel di jogja. Berenang, lalu puter2 naik becak atau andong sangat menggairahkan buat anak-anak. Di Kediri pun, kalau anak-anak sudah merajuk karena gak bisa nonton film favorit mereka di Indovision dan sudah bosen main dengan sepupu2nya, sudah 2 tahun ini kami selalu mengunjungi pantai Prigi yang berjarak 3,5 jam dari rumah karena tempat wisata di dalam kota sudah khatam kami kunjungi tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu kami “nyimpang dulu” ke prambanan.

Naaah….tahun ini, kami sudah booking kamar diĀ  hotel ibis malioboro, lalu berencana puter2 cari batik dulu setengah hari (maklum, si ibu tea jurig batik;). Di Kediri kami berencana mengunjungi jatim Park, dan pulangnya…kami rencanakan mampir dulu ke Candi Borobudur. Maka, tak heran kalau dari seminggu lalu sejak libur, Azka-Umar-Hana udah sering nanya: “bu, kapan sih kita mudiknya?”…..asal jangan sampai mereka lupa aja tujuan sebenarnya, bersilaturahim ke rumah yangtinya haha…

Karena si abah sudah memanggil2 untuk menata mobil, maka saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan tips bagi ayah bunda yang berniat mudik dan membawa balita. Dijamin teori ini sangat indigenous dan “evidence based” wkwkwk….

(1) Persiapkan dengan baik. Buat list hal-hal apa yang harus dibawa, terutama “basic needs” anak

(2) Yang dimaksud “basic needs” termasuk “psychological basic needs” rutinity n familiarity !!! anak akan sangat terganggu kenyamanan psikologisnya bila rutinitasnya terganggu. Atau barang-barang yang selama ini membautnya nyaman, tidak ada. So, jangan sampai ketinggalan buku wajib yang harus dibacakan sebelum tidur, mainan kesayangan, bantal, selimut, alat makan….Jangan sampai itu jadi alasan si kecil untuk minta “pulang”. Ingat !! balita tidak nyaman, = rewel !!! dan itu akan bikin stress emaknya, bukan ? hehe…

(3) Harusnya ini poin pertama hehe…Kalau tempat mudiknya jauh, (antar provinsi seperti sayah hehe…) jangan lupa konfirmasi soal udara, yang bisa jadi beda jauh. Misalnya saja, kami punya kostum anak yang ngutung2, yang khusus hanya dipakai kalau lagi di kediri. Tapi pernah juga kecele…gak konfirmasi dulu…taunya saat itu (yang emang bukan bulan ramadhan) di kediri lagi dingin…jadi saltum deh…jadi si ngutung2 itu selalu dilapis jaket hehe…

(4)Pertimbangkan matang-matang “waktu lelah” anak. Ingat…mood anak sangat dipengaruhi kondisi fisiknya. Tidur yang cukup dan nyaman, mandi di perjalanan, juga timing istirahatĀ  harus pas. Hindari juga tempat atau waktu macet, karena anak paling gak tahan kalau macet dan panas.

Okeh…si abah udah kembali memanggil…

Selamat mudik semuanya…

Semoga niat kita lurus, agar setiap langkah membuat kita mendapat berkah silaturahim ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s