Unforgetable October 2012 : Shocked

30 September 2012….

Harusnya menjadi hari perayaan wisuda. Wisuda ASIX ibu n de Azzam, yang tepat 6 bulan berhasil melaksanakan ASI eksklusif. Haha…lebay..kenapa musti wisudaan segala? Karena….baru kali ini ibu merasa pesimis  bisa memberikan ASI eksklusif untuk anak ibu. Sebenarnya setelah melahirkan Azzam, ASI mengalir deras…bahkan tak butuh stimulasi seperti sayur daun katuk dll. Seabrek Pil milmor dan moloco B12 yang diresepkan dokter, malah ibu kasihin ke tetangga yang baru melahirkan. Di freezer, berlusin-lusin botol ASI perah talah tersedia.

Namun apa daya…di bulan ke3 dan ke4, Azzam melakukan apa yang konon katanya disebut “nursing strike”. Bahasa gaulnya mah…mogok nenen dari botol !!!! dudududu… Maka…berlusin2 botol ASIP di freezer itu pun tak terkonsumsi. Dan semangat ibu untuk memerah ASI, langsung drop….

Tak disangka tak dinyana, bulan ke5, Azzam mau lagi nenen dari botol !! waduh…. produksi ASI tentu tak lagi sebanyak waktu diperah… Sebulan terakhir itu…penuh perjuangan lah…Sampai-sampai…sering ibu mau pergi jam 8, setengah delapan baru ada 1 botol, dan selama 30 menit itu, ibu berusaha menghasilkan 1 botol lagi. Saking sempet desperate-nya, untuk jaga-jaga ibu sampai beli sufor…..jangan sampai Azzam kelaparan kehabisan ASI waktu ditingggal ibu. Dengan pesan……jangan sampai si Sufor itu ketahuan si abah ! maklum….si abah malah marahin ibu waktu ibu bilang “menyerah” dan “pesimis” bisa ngasih ASIX sampai 6 bulan. Memang sih, gak cuman marahin…si abah juga menyetok berdus-dus susu ibu, kalau ke pasar selalu mengingatkan untuk beli daun katuk, beiliin pil-pil pelancar ASI….Makanya, begitu jreng…ulang bulan Azzam yang ke-6 merupakan kelulusan yang amat melegakan buat ibu.

Tapi….takdir berkata lain ….. halah;)

Sehari sebelumnya, teh AI (ini ceritanya inisial) minta izin pulang untuk menjemput teman sekampungnya untuk menemani kerja di ibu. Oke….tapi karena hari Minggu tgl 30 itu ibu mengisi seminar, maka ibu wanti-wanti agar teh AI gak nginep. Malah mau dijemput aja ama sopir, om Ayi. Tapi teh AI gak mau. Baiklah…..

Sabtu sore, jam 4…jam 5….jam 6…. teh AI belum datang. Hp-nya mati. Jam 7….jam 8….jam 9….ibu masih menunggu. Ibu percaya banget sama teh AI. Apalagi baju teh AI pun masih full di lemarinya. Jam 10…jam 11….ibu mulai khawatir…..takut ada apa-apa yang terjadi ama teh AI di jalan…mana hapenya mati lagih…jam 12…jam 1…jam 2….akhirnya ibu menyerah…setengah tak percaya…tapi itulah kenyataannya.

Seminar tak mungkin dibatalkan, karena acaranya cukup besar. Maka, tak ada jalan lain selain meninggalkan my little four terutama si baby Azzam sama abahnya, yang terpaksa membatalkan meetingnya karena….’mau gimana lagih?”

Duh….. itu mah ngisi seminar …meni gak konsentrasiii banget. Padahal panel ama dokter-dokter keren…. Gimana mau konsentrasi? Setiap 15 menit sekali si abah sms….

“azzam rewel banget nih…gimanain?” ….. jawab ibu: “ajak keluar rumah”

“azzam ngamuk….gimana?“….. jawab ibu : “buka aja pampersnya”

“masih ngamuk….gimana?“ …. jawab ibu: “mandiin…”

…………………..

Sms terakhir berupa laporan yang melegakan: “Akhirnya Azzam tidur, kuajak naik motor dipegangin Azka” hehe…rupanya si abah ingat formula jaman di rumah kontrakan dulu, kalau Azka ngamuk gak bisa didiemin, kita ajak aja puter-puter naik motor… paling lama 10 menit, udah pingsan;)

Selesai seminar…ngiler sih liat beragam makanan hotel yang menggiurkan yang sudah disiapkan….tapi liat hape, ada 8 miskol dari si abah….baiklah…langsung cabut pulang. Nyampe rumah…jangan tanya berantakannya rumah… di ruang tengah, 5 orang yang paling kusayang di dunia ini tengah makan makanan siap saji …. peyyuks….

Malam itu, mulailah meng sms-sms banyak orang. Membatalkan janji….meminta izin dari beragam rutinitas ibu. Sebenarnya masih fifty-fifty sih, dengan harapan teh AI datang lagih. Tapi hari Senin, ayahnya datang mau ngambil baju teh AI. “Bade nikah enjing bu” katanya…duh….kalau inget saat itu, pengen joget sambil nyanyi lagu Rhoma Irama “sungguh teganya dirimu teganya…teganya…teganya…” 😉

Yang paling jadi pikiran ibu adalah…gimana nasib Azzam? Dan Hana kalau hari Selasa dan Kamis gak sekolah….. triiiing…..untunglah beberapa bulan lalu ibu pernah ditugaskan fakultas untuk jadi konsultan parenting di acara PUSPA ANAK SEHAT. Itu adalah singkatan dari Pusat penitipan anak …. punya UNPAD yang dikelola oleh fakultas keperawatan. Langsung deh telpon temen di keperawatan. Tanya fasilitas, dll dll….Hari Senin itu, ibu langsung ke Jatinangor, survey tempatnya. Maklum…jadwal ngajar ibu full di hari Selasa, Rabu dan Kamis…. Ibu-ibu pengasuhnya sih sudah kenal…waktu acara parenting itu…Ada perawatnya…. pada sabar dan lembut….okeh…tenang…. meskipun harus melawan “value” dalam lubuk hati paling dalam kalau “home is the best place for my children” tapi….. si magic word keluar…”mau gimana lagi”….

Pas Bandung Air Show, ibu melihat atraksi solo pesawat yang terbang vertikal ke atas….atas…atassssss banget….lalu di satu titik, turun vertikal ke bawah…..bawah…bawaaaaaaah banget. Sampai hampir menyentuh tanah….

Ibu menghayati, seperti itulah hari-hari ibu… Sejak punya anak pertama umur 1,5 tahun, sampai anak ke-4, ibu selalu ada yang membantu. Asisten utama selalu teh Ema, dan dibantu oleh asisten pendamping. Dan sekarang, dengan 4 anak….1 bayi… no assistant….dan…sedang mengambil peran yang sangat aktif di luar…. dudududu….

…..bersambung…

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. irma ruslina
    Mar 06, 2013 @ 12:20:38

    teh fit, jadi penasaran, dinas dimana siyyyyy? hayooooo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s