22. Arafah Day

9 Dzulhijah 1434

DSC_0118Alhamdulillah, jam 06.30 tadi kami sampai di Arafah. Perjalanan dari Mina menggunakan bis hanya kurang lebih 45 menit saja. Sebenarnya kami telah bersiap dan keluar dari tenda mulai pukul 01.30 dini hari tadi.Kabar yang kami terima adalah, kami akan dijemput pukul 02.00. Setelah menunggu satu jam di pinggir jalan…datang kabar bahwa penjemputan diundur jadi pukul 04.00. Setelah jam 04.00 bis tak kunjung datang, kami sudah pasrah…ALhamdulillah bada sholat Subuh yang kami lakukan di pinggir jalan, bis datang menjemput kami. Salah satu pengalaman yang saya seneng banget di tanah suci ini adalah bahwa ketika waktu sholat datang, kita akan sholat dimana saja, asal bersih dan suci. Dengan demikian, selama di sana kami sellau menjaga wudhu dan berpakaian yang “siap” untuk menghadap Allah dimanapun. Hasrusnya sikap ini selalu terjaga sampai di tanah air nanti ya… Dari pengalaman ini saya jadi bisa menyimpulkan bahwa pakaian yang syar’i itu, apapun warna dan gayanya, hakikatnya adalah pakaian yang bisa kita pakai untuk sholat …. Pikiran saya melayang ke lemari baju saya…Mmmhh…banyak baju saya yang belum syar’i meskipun saya sudah berjilbab.

Biasanya, tahun-tahun sebelumnya dari  Mina rombongan KBIH ini akan berjalan kaki ke Arafah. Baru kali ini dicoba pakai bis. Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Kami tiba di tenda Arafah dengan segar-bugar, sehingga diharapkan 6 jam waktu wukuf bisa kami manfaatkan secara optimal. Kalau taun-taun lalu, biasanya sampai di tenda Arafah kecapean. Sehingga model ini akan diberlakukan selanjutnya oleh KBIH kami katanya. Alhamdulillah. Di tenda arafah, kami disambut oleh teman-teman  yang kemarin naik bis dan langsung dari maktab ke Arafah.

Tadi subuh saya telpon Azka. Di indonesia, Azka dan orang-orang  tercinta kami  sedang berpuasa Arafah. Disini, Beberapa jam lagi kami akan sampai pada waktu wukuf,  waktu istimewa di mana Allah membanggakan umat manusia di hadapan para malaikat. Meskipun belum sampai waktu wukuf, namun suasana begitu hening… Saya hampir bisa mendengar desau angin yang menyapa dan menggoyang lembut pepohonan di sekitar kami. Jutaan org disini, semua hanyut dalam dzikir dan tilawah.Saya pun membayangkan…semua isi alam ini sedang bertasbih. Walaupun udara panas, namun rasanya tenaaaaaang….damaaaaai….

Jam 10an, para petugas kesehatan berkeliling. Mengingatkan kami untuk menjaga kesehatan. Minum yang banyak biar engga dehidrasi, tapi harus ngatur juga biar gak pengen pipis terus. Jangan tergiur dengan paket kopi dan teh yang dibagikan katanya….Ya, saya yang rada-rada obsesif kompulsif soal jadwal pun, dalam benak saya sibut mengatur jadwal …. berapa banyak saya harus minum, biar pas pengen pipis jam berapa, nanti sekalian ke kamar mandi pipis dan wudhu…Kenapa harus cermat mengatur jadwal? karena eh karena…antrinya itu loooh….Tadi saya juga sudah survey tempat di luar tenda yang agak teduh. Nanti pas wukuf kan diunnahkan berdoa di luar tenda.

DSC_0114Saat adzan dhuhur tiba, setelah adzan dan sholat Pembimbing kami menyampaikan khutbahnya, lalu memimpin doa. Tak ada yang tak menangis sesenggukan.Pembimbing kami selalu mengingatkan bahwa doa yang seharusnya kita panjatkan di saat wukuf adalah doa mohon ampun, doa tobat. Itulah kunci pertolongan Allah, seperti yang dilakukan oleh Nabi Adam saat ia diturunkan dari syurgaNya, juga seperti yang dilakukan oleh Nabi Yunus setelah ia melewati 3 kegelapan. Meskipun dalam keseharian kami banyak mendapat kesempatan saat yang mustajab, namun saat wukuf ini terasa sangat istimewa. Karena hanya setahun sekali. Dan bagi kami, bisa jadi ini satu-satuya kesempatan seumur hidup kami.

DSC_0115Setelah berdoa bersama, ustadz kami memimpin untuk bermaaf-maafan. Setelah itu para suami-istri saling mencari pasangannya, dan saling berangkulan minta maaf. Aduuuuh…itu suasananya tak terbayangkan. Apalagi rasanya. Saya pun peluk mas erat-erat sambil memohon maaf atas semua kesalahan selama 11 tahun kami bersama. Demikian pun pasangan lain. Pasangan tua, pasangan muda, semua saling berpelukan dan bertangisan.

Setelah itu, masing-masing pasangan pun keluar tenda, mencari tempat untuk berdoa. Enam jam itu, kita bisa lihat pasangan-pasangan dan keluarga-keluarga berpencaran semua menengadahkan tangan. Kami meyakini sepenuhnya bahwa di sekeliling kami adalah ribuan malaikat yang mengaminkan doa-doa kami. Dan efeknya memang luar biasa. Saya punya satu keresahan yang amat sangat mengenai sesuatu. Setelah menangis mengadukan sepenuh keresahan itu padaNya saat wukuf, keresahan bertahun-tahun itu lenyap berganti ketenangan. Ketenangan bahwa Allah akan mengabulkan permohonan saya, menyelesaikan persoalan yang saya resahkan dengan cara yang tak bisa saya bayangkan.

Ya allah… Terimalah taubat kami… Ampuni segala dosa kami,  Rahmatilah kami, curahkan dan limpahkan kebaikanMu, di dunia dan akhirat nanti bagi kami…

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. Muhamad Mulyono
    Oct 03, 2014 @ 07:31:57

    Subhanallah, Alhamdulillah, Laaillah hailalloh, Allahuakbar, Lahauwala walakuata Ilabillahi Aliyilazim.
    Semoga kita bisa tetap menjaga kemakbruran Haji kita Amiiinn YRA,
    Salam untuk semua alumni Haji angkatan 2013.

    ttd.

    Mulyono / Nuryanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s