41. Berkah-Berkah Madinah

Senin, 28 Oktober 2013

Alhamdulillah, tepat ketika alarm pertanda saya harus minum pil kb yaitu jam 15, kami memasuki kota Madinah dan disambut oleh….hujan ! Alhamdulillah, semoga barokah yang menyambut kami, menaungi kami selama di Madinanh. Tapi pemandangan kiri-kanan kami masih berupa gurun pasir dan hujan batu. Penasaran, seperti apa “penampakan” kota ini….

16.18
Kami sampai di hotel tempat kami menginap. Namanya Al MajeediHotel. Memang hotelnya lebih sederhana dibanding hotel kami di Mekah. Tapi secara fungsional, lebih lengkap. Kamar-kamarnya model apartemen, satu unitnya terdiri dari dua kamar, satu kamar mandi besar yang ada bathtubnya dan dapur yang didalamnya ada kompor listrik, mesin cuci dan kulkas besarrr…

Kami dipasang-pasangkan. Satu kamar para istri, satu kamar para suaminya.

Dan, berkah yang kami dapat adalah….ternyata hotel kami ini berbatasan langsung dengan masjid nabawi ! Dari jendela kamar kami bisa melihat payung-payung  di pelataran masjid nabawi yang sangat terkenal itu. Subhanallah….

Tadi kami sudah sholat maghrib dan isya disana. Dibadingkan dengan di majidil haram, di nabawi lebih “disiplin”. Petugas wanita pengatur jamaah banyak, dan bisa berbagai bahasa, terutama bahasa indonesia. Petugas air zamzamnya ternyata banyak yang TKW Indonesia. Tadi kami berbincang berbahasa sunda karena salah satunya berasal dari Cililin 😉

Semoga kemudahan dan keberkahan mengiringi hari-hari kami disini…tak sabar berkunjung ke raudhah…

Madinah, selasa 29 okt, 21.31.

Di sini, karena konfigurasi jumlah tempat tidurnya berbeda dengan di Mekah, maka ada beberapa orang yang berganti teman sekamar. Saya adalah salah satunya. Sekarang, salah seorang teman sekamar saya adalah seorang ibu sepuh. Ah, bersama beliau, saya tercerahkan akan satu hal: bahwa seringkali saya tak mensyukuri nikmat “usia muda” yang saya miliki. Ternyata, kalau sudah sepuh itu, kekuatan dan kondisi fisik sangat terbatas. Sangat amat terbatas. Sehingga amalan-amalan yang bisa dilakukan pun terbatas pula. Selain itu, melihat keterbatasan beliau karena usianya, jadi tertanam niat untuk nanti bisa merawat mamah atau emak mertua saat mereka sudah sepuh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s