43. Raudhah Yang Luaaaaaaas

DSC_0032Banyak orang yang bilang mesjid nabawi itu indah dan nyaman. Ternyata mereka salah. Mesjid nabawi itu, indaaaaaaaah banget, cantiiiiiiik banget, dan nyamaaaaaan banget ;). Buat saya, seluruh masjid ini adalah taman syurga. Berada disini terasa nyaman….aman…tentram…tenang…tak hanya fisik dan psikologis, tapi juga spiritual. Bawaannya pengen nangis, tapi bukan nangis sedih. Entah apa namanya emosi ini. It’s a deep impact..

DSC_0028Entahlah, saya merasa Rasulullah, Abu Bakar yang terkenal kelembutannya dan Umar yang terkenal ketegasannya seolah ada di sini, bersama kami. Hidup. Duh, semoga di akhirat nanti bisa bertemu meraka. Amiiiin. Kalaulah ada obat yg bisa bikin gak batal wudhu dan ada obat yg bisa bikin kenyang, pengennya 24 jam disini.Selain payung-payungnya di luar yang terkenal mengagumkan, tadi ketika saya sedang tilawah tiba-tiba kubah diatas saya bergeser. Saya sudah sering mendengar … Tapi mengalaminya langsung, berada dimesjid tapi dibawah langit dan awan yang cantik, aduuuuuh itu rasanya tak terlukiskan.

Dan satu lagi…karena tempat laki-laki dan perempuan terpisah, maka saya bisa bebassss dengan posisi apapun disaat-saat masjid kosong. Tiduran, telungkup, enaaaak….

IMG-20131106-01039IMG-20131101-01013Tiap bada ashar, bada maghrib dan subuh, ada ceramah berbahasa indonesia dari ustadz-ustadz  yang pengetahuannya luaaaaasss banget. Kalau jelasin sesuatu, beliau jelasin dasar hukumnya, mana yang shohih mana yang lemah…banyaaaaak banget ilmu baru yang saya dapet disini. Penjelasannya sistematis dan clear. Meskipun saya tidak bisa menyaksikan orangnya karena beliau di tempat laki-laki, tapi apa yang beliau-beliau ucapkan kadang bikin nangis, bikin semangat, bikin tersepona we pokonya mah.

Saya baru tau ada program ini di hari kedua, karena tak semua bagian mesjid bisa mendengar. Mikrofonnya dilokalisir sehingga hanya daerah tertentu yang bisa mendengar. Saya sudah survey daerah mesjid mana yang bisa mendengar dengan jelas ceramahnya, dan sudah tau spot mana yang bisa nyender, dibawah kubah besar yang bisa geser, ga terlalu deket ac, sambil bisa dengerin ceramah hehe… Yaitu, tepat sebelah tempat sepatu no. 630, dari pintu Umar bin Khatab…di situlah tempat “nangkring” saya di sini…

Sekarang saya mengerti kenapa ada yang berusaha  tiap tahun umroh. I will miss it so much. Makanya…teman-teman…hayu urang berhemat…uang untuk ini itu yang gak perlu mending ditabung, lalu daripada liburan kesana-sini mending umroh kalau belum memungkinkan berhaji…..

It’s the best moment in my life. Semoga tahun depan dan setiap tahun kembali bisa berziarah kesini. Amiiin

Bada dzhuhur. 30 okt. Masjidnya Rasulullah
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s