My Love Songs (Edisi Lebay haha…)

Nantikanku di Batas Waktu
By Kang Deden Edcoustic-Karisma
Berdoa di kedalaman hatiku/Tersembunyi harapan yang suci/Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu/Yang terukir menghiasi dirimu/Tak perlu dengan kata-kata
Sungguh walau ku kelu/Tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku/Jangan salahkan
Kalau memang kau pilihkan aku/Tunggu sampai aku datang/Nanti kubawa kau pergi/Ke surga abadi
Kini belumlah saatnya/ Aku membalas cintamu/Nantikanku di batas waktu

Ketika  Dua Hati Menyatu

By Kang Dani Seismic/Epicentrum

Saat dua hati berjanji/Tuk arungi hidup di jalan-Nya/Allah kan berkahi mereka/Kala dalam doa kala dalam asa

Menjadilah mentari bening pagi/Terangi bumi terangi hati/Menjadilah keheningan malam/Kala berjuta insan larut dalam doa

Selamat datang kawan/Di duniamu yang baru/Kudoakan semoga bahagia

When two people get marry/To take the life together on the way/Allah shall give them one more bless

When life in love and try/When life in love and pray

Just be the sunshine in the morning day/Give it shine to the world let everyone to see
Just be the quiteness in the night/When many people cry when many people pray

Welcome to the new world my friends/You both have to face all in love
All I could do just pray/And I do I pray

Rembulan Di Langit Hatiku

By Kang Dani Seismic/Epicentrum

Rembulan di langit hatiku/Menyalalah engkau selalu/Temani kemana meski kupergi/Mencari tempat kita tuju
Kan ku jaga nyalamu selalu/Pelita perjalananku/Kan ku jaga nyalamu selalu/Rembulan di langit hatiku
Rembulan di langit hatiku/Teguhlah engkau pandu aku/Ingatkanlahku bila tersalah/Menempuh tempat kita tuju
Doakanlahku di shalat malammu/Pelita perjalananku/Doakanlahku di shalat malammu/Rembulan di langit hatiku

For The Rest of My Life

By Maher Zain

I praise Allah for sending me you my love/You found me home and sail with me/

And I`m here with you/Now let me let you know/

You`ve opened my heart/I was always thinking that love was wrong/But everything was changed when you came along/

And theres a couple words I want to say
For the rest of my life/I`ll be with you/I`ll stay by your side honest and true

Till the end of my time/I`ll be loving you….loving you

For the rest of my life/Thru days and night/I`ll thank Allah for open my eyes/Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart/I feel so blessed when I think of you/And I ask Allah to bless all we do/

You`re my wife and my friend and my strength/And I pray we`re together eternally/Now I find myself so strong

For the rest of my lifeI`l/l be with you/I`ll stay by your side honest and true/

Till the end of my time/I`ll be loving you… loving youF

or the rest of my life/Thru days and night/I`ll thank Allah for open my eyes

Now and forever I I`ll be there for you
I know that deep in my heart/ now that you`re here/In front of me/ I strongly feel love/

And I have no doubt/And I`m singing loud that I`ll love you eternally

love

Advertisements

47. Kangen Level 11

Hari ini, hari terakhir kami disini. Nanti malam, dinihari jam 3 kami sudah akan dijemput bis menuju bandara Madinah dan terbang ke tanah air sekitar pukul 7.45, insya allah.

Seperti waktu di Mekah, belum juga tempat ini ditinggalkan, rasa rindu yang amat sangat sudah mulai melanda. Rasanya hari ini pengen 24 jam di mesjid … Padahal gak mungkin banget da kurang dari 24 jam kami sudah harus berangkat.

Rasa rindu dan tak ingin berpisah yang tak terkatakan ini, anehnya mengalahkan besarnya rasa rindu pada anak-anak. Padahal sudah beberapa malam ini mimpi terus meluk Hana dan terutama Azzam. Sejak beberapa hari lalu gak tahan, sering puterin video anak-anak yang ada di hape.

Entahlah….rasanya, berkunjung ke dua tanah haram ini, bagaikan bertemu dengan orangtua yang “sempurna”. Saya merasa, Masjidil Haram bagaikan seorang ayah yang begitu menguatkan, mengokohkan, melindungi. Terasa aman berada dalam pelukannya. Dan Masjid Nabawi ini, rasanya bagaikan seorang ibu. Begitu lembut, hangat, nyamaaaaaan…..Terasa amat menenangkan berada dalam buaiannya.

Kangen sama anak-anak, kalau pake level maicihnya adalah kangen level 10. Tapi kangen untuk tetap berada disini, adalah kangen level 11.
IMG_20131106_084327Ya Robb, ya Allah…
Undang kembali kami tahun depan untuk berkunjung ke rumahMu dan rumah NabiMu….Aamiin

Madinah, 6 November 2013

46. Hajj : If You Fail to Plan, You Plan to Fail

Sejak manasik di tanah air, ada satu hal yang dipesankan oleh guru kami, yaitu….menurut beliau, berdasarkan pengamatan bertahun-tahun  mendampingi jemaah haji, kesuksesan berhaji sangat ditentukan oleh : apakah kita punya “program”/planning individual yang bertarget ga nanti disana.

Jadi harus ada target yang “smart” : spesific, measurable, attainable, result oriented, time limits.

Tausyiah itu beliau ulang lagi begitu kami selesai melaksanakan ritual haji, setelah thawaf ifadah.

“Di tanah air, susah banget dapetin waktu 40 hari tanpa diganggu urusan kerjaan, urusan rumah, urusan anak-anak ….Mumpung disini…ayo…belajar… targetkan benerin bacaan alqur’an, targetkan jumlah tambahan  hafalan, targetkan mau khatam al qur’an berapa kali, baca-baca buku agama; tafsir, siroh…”

Ah, moment tausyiahnya pas banget…beliau tau betul kondisi psikologis kami, yang begitu selesai hajian, pengen cepet pulang, kangen rumah, kangen anak-anak.

Dan para pembimbing kami langsung menanggapi tausyiah itu dengan program tahsin, membetulkan bacaan alquran kami, yaitu Alfatihah dan three Qul: Qul huwallahu ahad, Qul audubirobbinnas dan Qul audzu birobbil falaq 😉 biar nanti bapak-bapak haji ini bener kalau diminta ngimamin sholat, dan gak cuman berani ngimamin sholat dhuhur ama ashar aja haha…. Setiap ba’da syuruq kami berkunpul di lantai 3 masjidil haram.

Di masjidil haram sendiri, ada program “qur’an education for pilgrim”. Beberapa orang berkafiyeh akan duduk di sudut-sudut  mesjid, di depan banner bertuliskan “qur’an education for pilgrim”. Disana ada mikrofon, dan siapapun boleh “setor” bacaan al qur’annya untuk dikoreksi oleh mereka. Ah, seneeeng banget liat orang Afrika minta dikoreksi bacaan alfatihah, orang Amerika baca al ikhlas, orang Malaysia baca annas, orang india baca annaba, orang cina baca al quraisy… Berbeda “penampakan” tapi ternyata kita membaca qur an yang sama !!!! Subhanallah…

Adanya target individual itu,  amat terasa terutama di Madinah ini. Memang waktu di Mekkah, itikaf di masjidil harom tidak terlalu nyaman. Selain sangat berdesak-desakan, udaranya juga sering gak pas. Yang pake kipas kepanasan, yang pake ac kedinginan. Dan di masjidil haram, kita selalu tergoda tak melewatkan kesempatam emas berthawaf.

Di Madinah ini, sangat nyaman…mana ada tausyiah berbahasa indonesia ba’da sholat lagi…kalau gak punya target individual, bisa jadi 40 hari disini kita gak khatam Alqur’an satu kali pun. Gak nambah ilmu apapun. Di hoteeel…aja…belanjaaaa aja…atau di mesjid nonton perilaku orang lain aja….just killing the time. Padahal, begitu pulang ke tanah air, seiring dengan panggilan “pak haji” dan “bu hajjah”, tak bisa dipungkiri ada penilaian dari masyarakat kalau para haji dan hajjah ini punya ilmu agama yang bagus.

So, buat temen-temen  yang akan berhaji….. Waktu nyiapin koper, don’t forget…selain makanan  fisik  : abon, dendeng, rendang, sambel pecel, dll. Ingat juga makanan ruhani. Buku tafsir, buku tentang sholat, siroh, buku yang tidak sempat kita baca di tengah kesibukan kita di rumah.

Seperti tausyiah subuh tadi, kalaulah dosa-dosa kita tak diampuni karena kita tak dapat pahala mabrur, semoga kita dapat pengampunan karena pahala belajar sungguh-sungguh di tempat-tempat dimana kebaikan kita nilainya 100ribu kali dan seribu kali.
Amiiiin

H-3, senin 4 nov 2O13, bada dhuhur @ mesjid nabawi.