berkata TIDAK pada si “terrible two”

by Fitri Ariyanti (Notes) on Wednesday, March 16, 2011 at 6:45am

Aduuuh….rasanya baruuu kemarin buat tulisan ini, sekarang adiknya “si bungsu Hana” yang umurnya 20 bulan 😉

Tak terasa, si bungsu Hana sudah akan berusia 20 bulan akhir bulan ini. Beberapa bulan terakhir ini, mulailah perilaku “terrible two” muncul diantara kelucuan-kelucuan dan pesatnya perkembangan motorik, kognitif dan bahasanya.

 Terrible two adalah istilah yang menggambarkan betapa “sulitnya” perilaku anak di usia 2 tahun.

Konon, pada usia ini “self” anak mulai berkembang.

Rasa keAKUan mulai muncul seiring dengan perkembangan motorik yang membuat ia menjadi tidak lagi harus tergantung orang lain untuk bisa “bergerak” ke manapun ia mau.Akibatnya…dia akan mengatakan TIDAK untuk sesuatu yang kita minta, dan akan keukeuh sureukeuh untuk sesuatu yang kita larang. istilahnya mah “negativistik”.

 Apalagi perkembangan bahasa Hana lebih cepat dibanding kakak-kakaknya dulu (mungkin karena setiap hari terpapar kecerewetan 2 kakaknya yang baru brenti bicara kalau tidur). Saat ini ia sudah bisa mengucapkan kata-kata dengan cukup jelas dan bisa merangkai 3 kata menjadi kalimat. Maka, kalau dilarang ….beberapa bulan lalu dia masih bilang “no..no..” ..sekarang ini …sudah teriak-teriak: “jangan matiin ibu, tipinya…”…

 Teh Ema, sudah dari beberapa bulan lalu mengeluh “aduh bu, gimana ya ade gak bisa dilarang…makin dilarang, makin keukeuh…”…dan keluhan teh ema memang benar…….susahnya, anak usia segini belum bisa dikasih penjelasan mengenai sebab akibat…apalagi diajak diskusi…..dan lagi…dia mengembangkan satu metode yang membuat kita “takluk”….MENANGIS!!!….

Tapi saya ingat…bahwa anak seusia ini harus sudah mulai diajari aturan, meskipun ia mungkin tidak selalu mau mengikutinya.

Dan…saya pun punya kesempatan mempraktekkannya 2 hari lalu.

Saat itu saya tengah mengetik di PC, sambil memangku Hana….

Tiba-tiba…klik…monitor mati…

Ternyata eh ternyata, HAna yang pencet tombol power di CPU….

“dede, tidak boleh sayang…ibu kan sedang ngerjain” kata ibu…

Hana menunjukkan wajah “cemberut”….

 

Ibu menyalakan lagi komputer…

Mengerjakan lagi…

Klik…monitor mati lagi.

“dede…tidak boleh sayang…ibu sedang mengerjakan…” nada suara ibu meninggi…

Langsunglah si “terrible two” yang satu ini menggunakan jurus mautnya: nangis heboh.

Kata teh Ema : “ih, emang gitu bu..makanya sering berantem ama mas Umar…mas Umar lagi asik main game, ujug-ujug dimatiin….Nanti nangis dua-duanya kalau de Hana dibilangin…”.

 mmmmhhhmmmm…

Tapi saya ingat, bahwa anak usia ini tetap harus diajari apa yang boleh dan tidak boleh, dan mereka sudah bisa.

Jadi,saya biarkan dia nangis.

Nangisnya lama loh…1 jam…

Sorenya, saya bekerja di depan komputer lagi. Hana sambil nenen.

Jarinya mengarah ke tombol CPU…

Saya tatap matanya dengan wajah “tegas”…dan telunjuk saya mengatakan tidak…

Langsung nangis heboh lagi …1 jam…

Saya biarkan…

 

Besoknya…

Situasi yang sama…

Telunjuk Hana terarah lagi ke CPU…tapi wajahnya menatap ibu. Ibu menggeleng.

Hana tidak nangis.

 Sorenya…

Kutanya Hana: “dede, boleh engga matiin ini? “

Hana menjawab: “enggak boleh” …:):):):)

 cihuy….alhmd berhasil.

 

Peristiwa lain,

adalah 3 hari terakhir ini ia tidur kemaleman karena senneg nonton waybulo, film kesukaannya jam 21.30.

Kalau kakak-kakaknya bisa dibilang “abis ini udah ya”…Maka Hana tentu saja bilang “jangan…” dan langsung nangis

Nah, semalam, saya bilang…”ade, udah nonton TVnya ya, udah waktunya tidur”.

Maka….nangislah dia…

 

SAya tiba2 punya ide:

“baca buku yuuuk…mana ya buku dede…”alhamdulillah aku punya tangan”, “alhamdulillah aku punya telinga”, “alhamdulillah aku punya hidung”….kataku mengambil buku2 favoritnya dari rak bukunya

“dede mau baca” katanya ..

“sok atuh matiin dulu TVnya” (bari gak yakin dia mau melakukannya di tengah2 film kesukaannya)

ajaibnya…dia mau!! klik..dia matiin TVnya dan mengikuti ibu ke kamar…

 So…dari 2 kasus tersebut…mungkin dapat diambil kesimpulan “TIPS MENGATAKAN TIDAK PADA ANAK USIA 2 TAHUN” 😉

1. Tetap katakan “tidak” dengan tegas dan konsisten. Yakinlah bahwa dia akan menurut, meskipun prosesnya bercucuran air mata;)

2. Alihkan dengan kegiatan lain yang lebih menarik buat anak

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. widya
    Apr 12, 2014 @ 19:32:41

    Wah sama banget ini mbak sama anakku. Sampe bingung ngatasinya gimana? Soalnya ditinggal wudhu aja jejeritan, apalagi dilarang nangisnya kaya diimunisasi. Aku mau cba metodenya ah…

  2. Ihwan - Keluarga Biru
    Jan 17, 2015 @ 23:11:35

    Salam kenal, kami Keluarga Biru dari Malang.
    Kebetulan anak kami bulan ini genap dua tahun dan mulai menunjukkan perilaku yang mengarah ke terrible two. Ingin menuliskannya namun saya ingin cari referensi dari sharing keluarga yang lain, termasuk di blog ini. Makasih atas sharingnya, semoga kami bisa melewati masa terrible two ini dengan baik, aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s