Ada berapa “Indera” pada anak kita ? (part one)

Tanggapan setiap orang terhadap lingkungannya, sangat tergantung dari apa yang ia “rasakan” dari lingkungan. Kita “merasa” melalui sistem sensori yang kita punya. Misalnya, kita akan segera menarik tangan kita saat tangan kita menyentuh duri. Kenapa kita melakukan itu? karena sistem indera peraba kita merasakan sensasi tajam itu, lalu dengan segera mengirimkan informasi pada otak dan otak pun “memerintahkan” tangan untuk bergerak menjauh. Kenapa? karena kalau tetap di situ, tangan akan terluka.

Dalam proses “belajar” anak (belajar tidak hanya di dalam kelas, tidak hanya dalam konteks akademis), tanggapan anak kita pun pada lingkungan, sangat tergantung dari akurasi sensorinya. “Anak memahami dunia melalui indera yang dimilikinya”.  Itulah sebabnya mengapa kita harus menstimulasi seluruh indera anak kita, sehingga anak kita memiliki beragam pengalaman dan pengetahuan melalui inderanya, yang akan menyebabkan ia memberikan tanggapan secara tepat.

Langkah pertama untuk bisa menstimulasi indera anak kita adalah, dengan mengetahui ada berapa dan apa saja indera yang dimiliki anak kita. Istilah yang amat populer mengenai indera adalah PANCA INDERA. Lima indera. Penglihatan (mata), pendengaran (telinga) , penciuman (hidung) , perabaan (kulit) , perasa (lidah). Kita mungkin mendengar ada beberapa anak yang memiliki INDERA KEENAM. Sebenarnya, semua anak kita punya indera keenam. bahkan dia punya INDERA KETUJUH  loh…..

Yups, 2 indera pada anak kita, belum banyak diketahui oleh orangtua. Itulah sebabnya orangtua jadi tidak “aware” untuk menstimulasi indera keenam dan ketujuh ini. Indera keenam dan ketujuan  anak kita adalah :

Indera Vestibular: Indera ini terletak dalam telinga bagian dalam. Indera ini “memberitahu” kita bagaimana posisi kita diatas permukaan bumi ini. Apakah kita sedang bergerak atau diam;seandainya bergerak, kearah mana gerakan itu, berapa kecepatanya dan sebagainya.

Indera Proprioceptive : Terletak dalam otot, sehingga  persendian dan jaringan ini ini akan menginformasikan ke otak perihal posisi badan dan gerakan yang dikerjakan, termasuk juga kekuatan.

Ketujuh indera yang dimiliki anak kita harus bisa “bekerjasama” agar anak kita bisa memberikan tanggapan yang sesuai terhadap lingkungannya. Rangkain proses menerima, mengolah dan selanjutnya memberi respon inilah yang disebut dengan integrasi sensori.

SIJadi, saat anak kita tidak bisa memberikan “tanggapan” yang sesuai terhadap lingkungannya;  misalnya sering nabrak teman, sulit berkonsentrasi, sangat pemilih terhadap makanan, mungkin…itu karena kita kurang memberikan stimulasi pada seluruh indera yang dimiliki anak kita.

Bagaimana cara menstimulasi ketujuh indera kita agar bisa “bekerjasama” dengan baik sehingga anak kita bisa menyerap banyaaaaak hal dari lingkungannya secara akurat dan bisa memberikan tanggapan yang tepat?

Insya allah akan diulas pada tulisan selanjutnya 😉

 

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. meyga
    May 23, 2014 @ 10:42:37

    Mbak, salam kenal, terima kasih untuk rajin update tulisan2 yang sangat bermanfaat. Saya suka sekali baca blognya Mbak. Nah,saya dari bulan kemarin nungguin lanjutan tulisan ini. Kapan ya part two nya?:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s