tentang mimpi perempuan

Mungkin seringkali kita lupa bahwa seorang ibu, seorang istri, adalah seorang “diri” juga. Selain harus membimbing anak-anaknya meraih harapan dan cita-cita mereka, selain harus mendampingi suaminya meraih harapan dan cita-citanya, ia sendiri adalah seseorang. Yang memiliki dunia, harapan dan cita-citanya tersendiri.

Itulah sebabnya pilihan-pilihan seorang perempuan yang menjadi istri lalu menjadi ibu, tak pernah sederhana.

Ia harus mencari cara bagaimana agar semua peran, harapan, tuntutan dan keinginan dari orang-orang yang dicintainya; anak-anak dan suaminya, serta dari dirinya sendiri, berjalan dengan RELATIF seimbang. Ya, RELATIF.

Bagaimana seorang perempuan “mengatur” impiannya agar sejalan dengan mimpi suami dan anak-anaknya, tak pernah sederhana. Ada yang memilih “merubah” impiannya. Ada yang lebih nyaman “menunda impiannya” . Ada pula yang terus mengejar mimpinya meskipun mimpinya tak lagi sempurna.

Namun dalam semua bentuknya, pergulatan batin itu terjadi. Pergulatan itu bisa mewujud dalam bentuk yang terlihat; bagaimana ia mengatur aktivitas anak-anak, suami dan dirinya sendiri….atau kalaupun tak terlihat secara fisik, pergulatan itu masih ada dalam pikiran dan hati para perempuan. Mewujud dalam baragam rupa : kisah, puisi, bahkan doa.

Dare-to-Dream1Perempuan..setelah ia menjadi istri dan ibu, hidupnya dan pilihan-pilihannya tak pernah sederhana. Namun satu hal… entah itu berubah, berbeda, atau tak sesempurna apa yang dibayangkan dulu…tetaplah punya mimpi.

Sekecil apapun mimpi itu, sesederhana apapun mimpi itu. Karena suatu hari, kita akan menyadari bahwa meskipun secara status kita masihlah seorang istri dan ibu, namun secara nyata…kita akan kembali menjadi diri kita. Saat itu, kalau kita tak menyisakan bara api impian kita, mungkin kita akan merasa hampa.

 

 

 

 

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. Tri Widy Astuti
    Nov 25, 2014 @ 15:26:56

    sepakat mbak…saya juga akan tetap mengobarkan bara impian saya…

    salam kenal dari jogja

  2. Hira Yuki Molira
    Oct 17, 2015 @ 05:48:51

    Tulisannya indah sekali Mbak Fitri…..perempuan dan gejolak batinnya…sebuah gejolak yg seolah hanya milik si perempuan…padahal melalui manifestasinya… ia menjadi milik dan mewarnai peradaban..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s