Tak Sekedar Agenda …

IMG-20141224-WA0007Banyak diantara kita yang menjadikan awal tahun baru ini sebagai titik untuk mengevaluasi dan membuat rencana tahunan. Saya adalah salah satunya. Salah satu momen yang cukup menyenangkan buat saya setiap akhir tahun adalah, mencari buku agenda untuk tahun yang baru. Buku agenda itu, bukan hanya sekedar buku bagi saya. Ia juga adalah “belahan jiwa” yang akan menemani hari-hari padat saya, juga sebagai “jangkar” yang bisa mengendalikan produktifitas hari-hari saya. Haha…bombastis banget ya? tapi, memang demikianlah adanya….

Salah satu momen yang menyenangkan untuk saya adalah…menjelang tidur atau bada Subuh, ketika saya menuliskan dengan detil jam per jam, menit per menit apa yang harus saya lakukan. Dan momen yang lebih menyenangkan adalah saat menjelang tidur saya lihat kembali “jadwal” itu, dan semuanya saya checlist, yang artinya….kegiatan itu selesai saya lakukan. Percaya atau tidak, tanpa “list” itu…dijamin hari-hari saya tak akan produktif. Meskipun sudah “tertulis” di pikiran, namun tanpa bantuan tulisan dalam agenda itu… saya bisa cuman ngobrol ngalor ngidul, ngelamun gak jelas, dan ujungnya…stress karena kerjaan gak beres.

Setelah gak ada asisten yang menginap, fungsi agenda itu menjadi bertambah. Dia adalah “external hardisk” buat saya. Maklum, seabreg urusan mulai yang serius misalnya ujian mahasiswa sampai yang gak serius tapi kalau lupa bisa berakibat fatal (misalnya lupa ngasih tau sopir untuk jemput anak-anak lebih awal karena ada jadwal sekolah yang berubah), atau beliin cemilan yang udah dijanjiin ke anak-anak,  sulit saya ingat tanpa bantuan tulisan.

Salah satu fungsi lain yang sangat penting dari agenda buat saya juga adalah, “merapikan hati” kkk. Maklum, kalau dikepung deadline, hati jadi resah dan gelisah. Tapi dengan mengurai kepungan deadline itu satu persatu,  menuliskan kapan harus dikerjakan,target per bulan-per minggu,  apa yang jadi prioritas, sampai breakdown per hari, itu bikin perasaan legaaaa. Secara psikologis, situasinya menjadi bisa kita kontrol. Dan perasaan bisa mengontrol situasi itu, secara psikologis menyehatkan. Maklumlah, kalau hanya mengikuti perasaan, banyak hal “penting” lain yang ingin dikerjakan, berakibat hal yang urgent menjadi luput dan ujungnya…stress lagi ;(

Jadi, buat saya, si agenda itu tak pernah hanya sekedar sebuah buku. Makanya, dalam pemilihannya tidak pernah sederhana. Itulah sebabnya juga, kalau pilih agenda saya gak pernah ngajak anak-anak apalagi mas, biar khusyuk 😉 Agenda yang akan jadi belahan jiwa itu haruslah menyenangkan, warna dan designnya harus bikin semangat dan … sesuai dengan kepribadian saya haha…

Jadi, buat teman-teman yang merasa hari-harinya kurang seru, kurang produktif, kurang “bergairah” mungkin bisa mencoba pengalaman saya ini. Hunting agenda yang lutu, lalu membuat rencana-rencana. Tahunan, yang dibreakdown jadi bulanan, mingguan, lalu harian.

Percayalah, setiap kali membuat checklist dari kegiatan harian yang telah direncanakan, rasanya bahagiaaaa banget. Meskipun apa yang kita rencanakan setiap harinya, mungkin adalah hal yang sama.

Photos by : Azka Rahima

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. feoni
    Jan 03, 2015 @ 11:09:17

    Hi mbak fitri salam kenal ya. Saya penikmat blog mbak nih.Tulisan mbak yang ini salah satu yg gueee bangeeeet..hihihi.Kalo saya namain agenda saya “blue tab”.Andalan banget deh.Thanks for sharing ya mbak 🙂

  2. bukanbocahbiasa
    Jan 03, 2015 @ 16:31:52

    Wooowww… woowwww *takjub *speechless*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s