menyelami dunia remaja : dari siapa kita berguru?

Pada beberapa tulisan sebelumnya saya sudah sampaikan, bahwa tahun-tahun ini, keluarga kami masuk ke tahap perkembangan baru. Family with teenager. Hal ini “resmi” setelah si sulung Azka menjadi remaja.Ternyata benar, “perubahan hormon” itu nyata adanya. Perubahan emosi dan perilaku itu, nyata adanya. Perubahan bentuk tubuh itu, sangat nyata.

Namanya juga hal yang baru, pasti bikin kaget. Baik kaget yang menyenangkan maupun kaget yang mengesalkan. Tak hanya untuk anaknya, tapi juga buat emaknya. Status sebagai ibu seorang remaja, dengan tantangan baru….. menjanjikan banyak pembelajaran yang sangat menarik. Dan….sebagai “new comer”, saya mencoba menyiapkan diri dengan baca buku, sampe beli khusus buku Adolescence karya Sterberg 2014 (yang baru saya baca sampai bab tentang perubahan fisik, lalu gak sempet tersentuh lagi selama dua bulan sampai sekarang), lalu sering-sering ngobrol sama ibu-ibu yang udah duluan punya anak remaja untuk tau pengalamannya, dan…. last but not least, saya belajar dari aktor utamanya langsung: si remaja itu sendiri, Azka dan teman-temannya. Beberapa kali saya menyatakan pada Azka, bahwa “ibu harus belajar nih dari Kaka tentang remaja…ibu gak tau remaja sekarang tuh kayak gimana”. Beberapa kali saya minta izin baca percakapan di grup line nya Azka.

Banyak hal-hal yang membuat saya angguk-angguk saat menyaksikan, mengobrol, membaca postingan di facebook atau membaca obrolan di line group Azka dan teman-teman. Cucok dengan yang ada di buku. Tapi tak jarang saya terkaget-kaget juga….banyak hal di luar dugaan saya.

teenagers_quotes_about_parents_6310548Oleh karena itu, saya juga ingin mengajak ibu-ibu lain, hayu kita belajar tentang remaja dari si remaja itu sendiri. Mengamati, mendengarkan….. porsinya haruuuuus lebih banyak daripada berbicara. Yups, mereka butuh arahan. Mereka sangat butuh nasehat. Tapi mereka akan membanting pintu kamar dan pintu hati mereka kalau kita tak mendasarkan apa yang kita arahkan dan apa yang kita nasehatkan, pada apa yang mereka pikir, rasa dan hayati.

Saya ingat beberapa waktu yang lalu, seorang senior yang concern ke masalah remaja mengajak saya buat booklet-booklet populer mengenai bagaimana sebaiknya orangtua “mendekati, menyikapi” remaja. Waktu itu, saya tak tertarik. Sekarang, waktu saya ketemu beliau, saya bilang….bener!!!! ilmu itu diperlukan banget sama ortu remaja !!! Pendekatan pada anak remaja itu harus beda banget !!! something new banget !!! Kita harus luwes banget “mengolah peran” sebagai sahabat yang mendengarkan dan memahami dan  sebagai orangtua yang memberi batasan, memberi arahan yang bertanggung jawab.

Di tulisan-tulisan selanjutnya, khusus dalam folder remaja,  saya akan berbagi pengalaman bagaimana saya belajar jadi ibu dari seorang remaja putri.

Semoga bermanfaat.

sumber gambar : http://www.relatemnk.co.uk/spage-services-parenting_troubled_teenagers_.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s