Dendeng Batokok

Saya mah orangnya “konvensional”. Cinta kemapanan dan setia haha….. Dari sekian banyak restoran di Bandung, tempat yang saya kunjungi kalau makan di luar cuman dua. Dan di dua restoran itu, saya selalu duduk di tempat yang sama, memesan menu yang sama. Sejak bertahun-tahun lalu. Memang jadinya tidak kreatif sih. Salah satu “kelakuan” saya yang menunjukkan saya tidak kreatif adalah, rutinitas makanan setiap kali “ngantor” di Dago tiap hari Jumat. Teman-teman saya udah tau kalau hari Jumat saya ke Dago (dulu), pasti saya sarapannya lontong padang Uda Pero yang di simpang dago. Sayurnya sayur daun pakis haha…. Trus makan siangnya, OB yang suka beliin makanan udah gak pernah tanya lagi. Pasti saya pesen dendeng batokok kkkkk.

Buat temen-temen yang kemampuan memasaknya amatiran kayak saya, coba deh buka page nya “tastemade indonesia” di facebook. Ada banyak video2 memasak singkat, dengan menu-menu sederhana. Ah, saya suka banget sama page itu. Seumur2 gak pernah sukses sesuai standar yang dicita-citakan kalau bikin bakwan jagung, beberapa bulan lalu saya bahagia banget…mengikuti cara yang ditunjukkin di page itu, berhasil ! yeay !!!! Sampai kata si bujang kecil; “ini berarti sejarah ya bu, dalam hidup ibu” kkkk.

Jadi, ketika suatu saat saya liat ada video cara bikin dendeng batokok, langsung lah saya dengan semangat 45 mempraktekkannya. Nah, itu yang mau saya sampaikan di tulisan ini hihi….

Bahan-bahan: daging sapi yang kualitasnya bagus;  bumbu-bumbu: garam, bawang putih, ketumbar, jahe, garam; dan air kelapa untuk merebus daging. Buat sambel ijo-nya: cabe ijo, bawang merah, bawang putih, garam,

Langkah pertama: blender bawang putih, ketumbar dan jahe. Lumuri daging. Diamkan sekitar 5-10 menit. Ssssttt…tahu gak…saya sering lupa loh langkah pertama ini haha…jadi kalau lupa, keburu nyemplungin daging ke air kelapa, setelah ber”astagfirullah”, saya suka cheating. bikin bumbu trus saya cemplungin ke air rebusan itu haha…. better late than never kan ? kkkk

Langkah kedua: didihkan air kelapa, masukkan daging. Kenapa harus air kelapa bukan air biasa? katanya sih bikin empuk. Dan saya pernah coba ya, pake air biasa. Gak tau sugesti gak tau objektif, tapi emang dagingnya emang gak seempuk kalau direbus pake air kelapa. Orang kimia kayaknya yang bsia menjelaskan secara ilmiah, zat-zat apa saja yang berinteraksi antara air kelapa dan daging hingga jadi lebih empuk.

Setelah empuk, potong-potong sesuai selera (kayak ukuran gepuk gitu), lalu pukul-pukul pake ulekan hingga jadi gepeng. Tahap selanjutnya adalah memanggang. Dagingnya dilumuri minyak. Lebih sehat kalau minyak dendengzaitun. Panggang hingga ada gosong-gosongnya. Sajikan di piring.

Untuk sambel ijonya: blender cabe ijo, bawang merah dan bawang putih. Tumis, kasih garam. Buat saya yang gak kuat makan pedes, pedesnya cabe ijo ini pas banget. Jadi gak usah dibuang bijinya. Praktis kaaaan masaknya buat emak-emak rempong kayak kita. Dan tadaaaa hasilnya seperti gambar ini 😉

Anak-anak saya, bilangnya makanan ini adalah “gepuk” haha…. apapun namanya, yang penting mereka suka. Ada 4 madzhab cara makan dendeng batokok ini di rumah kami.

(1) madzhab si bungsu: karena gak mau ada “item-itemnya”, si bungsu gak mau makan yang udah dipanggang. Jadi begitu diambil dari panci, dipukul-pukul ampe gepeng, disuir-suir, langsung dimakan ama dia. Bumbunya udah meresap, jadi enak.

(2) madzhab si bujang kecil dan si gadis kecil: dipanggang, tanpa cabe ijo.

(3) madzhab si sulung: yang udah dipanggang disuir, sambel cabe ijo disimpen di pinggir piring

(4) madzhab ibu dan abahnya: sambel ijo diaduk sama nasi. Itu uenaaaaak banget. Bisa nambah nasi dua piring. Dendengnya sih kadang kebagian kadang engga. Haha….

Baiklah, demikian tulisan ringan dan lucu pagi ini…warming up buat ngerjain kerjaan yang super seurieus hari ini 😉

Sariwangi, suatu pagi yang dingin #sok romantis 😉

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. fitrimelinda
    Nov 03, 2016 @ 07:48:23

    aku baru tau motong2 dagingnya setelah direbus.. soalnya biasanya kalo masak dendeng dirumah biasanya dagingnya udah di potong2 dulu.. 🙂

  2. destini
    Nov 03, 2016 @ 08:43:31

    Jadi pengin nyicip dendengnya bu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s