Berapa Usia Percikan Kebaikan? In Memoriam Ibu Koestini

Beberapa hari yang lalu mendapat kabar duka wafatnya seorang dosen. Beliau sudah cukup lama pensiun. Tapi tak ada istilah “mantan dosen” bukan? Namanya Ibu Kestini D. Soedarsono, dari Departemen Psikologi Industri dan Organisasi. Memang beliau tidak termasuk dosen yang “populer”. Gaya beliau yang  formal baik dalam berpakaian maupun dalam membawakan diri membuat kami “segan” pada beliau.

Saya ingat, bertemu beliau di kelas saat kuliah manajemen. Bukunya karya  Schermerhorn. Saya inget banget da …. warnanya biru muda soft copy dengan tulisan perak. Itu buku fotokopian saya maksudnya hehe. Saya juga sangat ingat beliau menyampaikan bahwa ilmu manajemen pertama kali digunakan oleh Nabi Musa. Hmmm….itu berapa tahun lalu ya? 19 tahun lalu. Tapi bukan itu kenangan yang selalu saya ingat dengan beliau.

2002. Saat itu saya adalah mahasiswa semester pertama program profesi psikolog. Saya adalah angkatan terakhir sebelum berganti jadi magister profesi dengan majoring-majoringnya. Zaman profesi, kami menjalani seluruh majoring. Satu semester mendalami klinis dewasa; setiap hari ke Rumah Sakit Jiwa, mengerjakan sejumlah kasus. Satu semester di industri, magang di perusahaan sambil mengambil kasus individu dan kasus organisasi. Semester selanjutnya di sosial, observasi partisipasi di komunitas tertentu, lalu buat intervensi. Lalu pendidikan, klinis anak. Pengalaman yang tak dialami oleh angkatan selanjutnya yang menjalani program magister profesi, yang langsung mendalami salah satu majoring.

Tapi  kesamaan antara kami yang mengambil program profesi dan yang mengambil magister profesi adalah….di semester pertama, ada yang namanya kuliah kasuistik. Meskipun di atas kertas “hanya” 3 sks, namun mata kuliah ini mengambil seluruh jiwa dan raga kami haha…. Lulusan Psikopad, rasanya tak ada yang tak punya story  dengan mata kuliah ini. Jadi ceritanya, kami harus mengerjakan kasus pemeriksaan psikologi individu. Menggunakan segenap kemampuan asesmen yang telah kami pelajari secara teori. Observasi, interviu, anamnesa, pemeriksaan tertulis-projektif dan objektif. Kami diberi kesempatan bimbingan 2 kasus, dan kasus ketiga adalah kasus ujian. Satu hari bertemu subjek, satu hari buat laporan kepribadian. Lalu kemudian ujian lisan.

Nah, jaman saya, bimbingan itu sering dilakukan di rumah dosen dan jam-nya…. tak terhingga. Biasanya dari pagi sampai sore bahkan malam. Nah, salah satu kasus kasusitika saya, pembimbingnya adalah Ibu Koestini. Begitu saya mendapat informasi  bahwa beliau menjadi dosen pembimbing saya…. langsung super duper cemas. Beliau dikenal sangat detil dan sebagai dosen senior, biasanya kemampuan dignostiknya sudah “di atas awan”, dan … satu lagi yang saya cemaskan…di rumahnya banyak kucing. Sedangkan saya takut kucing.

Bismillahirrohmanirrohiim….setiap hari saya bimbingan di rumah beliau Jl Banda No. 4. Rumah tua kayak zaman Belanda. Alhamdulillah selama saya bimbingan kucing beliau tak mengganggu. Dan..beliau pun jauh dari kesan “seram” yang saya bayangkan. Ternyata beliau keibuan sekali. Saya inget, hari itu Kamis pagi tgl 13 Juni 2002. Saya bimbingan kasuistik. Bla…bla..bla… Tiba-tiba beliau berhenti: “Fitri, kamu katanya mau manten. Sabtu ini bukannya ya?” … yups, saya memang menikah di tengah-tengah kasuistik. Jadi inget salah seorang mahasiswa teman saya pernah bilang gini: “Bu, saya stress ngerjain tesis. Saya mau nikah dulu aja”. Naaah…di alam bawah sadar, mungkin saya juga begitu hehe… Setelah saya jawab iya, beliau langsung menutup berkas-berkas saya: “Udah, sana kamu pulang…manten dulu ….” Lalu beliau pun “mencereweti saya” untuk melupakan segalanya dan menikmati momen pernikahan saya.

Seminggu kemudian, saya kembali ke rumah beliau untuk melanjutkan bimbingan.  Pembantu ibu mempersilahkan saya masuk, ibu sedang berganti baju. Saya pandang pintu tempat ibu akan keluar, di atasnya ada jam. 12.05.

……..

ups…saya tertidur. 5 menit kayaknya. Ibu belum muncul. Saya lihat jam … 13.10. Apah???? saya kucek-kucek mata saya. bener. 13.10. Jadiiiii… saya tidur bukan 5 menit. Tapi satu jam 5 menit. Oh My God…bagaimana ini? pasti ibu marah…. saya gak sopan banget …aduh, gimana ini? haduuuuh….saya harus minta maaf dengan cara apa?

saat saya sedang resah begitu, ibu datang. “Eh, udah bangun? Sejam lalu saya keluar, kamu nyenyaaaak banget tidurnya. Saya gak tega bangunin. Ini, kamu minum dulu”. Perasaan saya saat itu…campur aduk banget . Malu, terharu, bersyukur, … rasanya pengen peluk ibu… tapi gak berani hehe

Adegan itu, selalu muncul dengan jelas setiap kali saya bertemu beliau saat sudah menjadi kolega di kampus. Dan saya mengenang itu sebagai percikan kebaikan ibu. Saat mendengar kabar wafatnya beliau, adegan itu kembali hadir dengan sangat nyata. Berapa tahun yang lalu ya itu ? 14 tahun lalu. 14 tahun usia percikan kebaikan itu. Dan saya, masih bisa merasakannya. Mungkin tak akan pupus sampai ajal saya jelang.

ibu-koestiniDi hari beliau wafat, saya membaca beberapa tulisan teman saya mengenai beliau. Kenangan pada kebaikan beliau. Saya membayangkan, bahwa percikan-percikan kebaikan itu, akan abadi. Mungkin itu yang disebut bahwa usia amal sholeh itu bisa lebih panjang dari usia kita.

Dan kemudian saya membayangkan… apa yang akan orang kenang dari saya saat mereka mendengar kabar wafatnya saya kelak? Apakah saya sudah memercikkan kebaikan pada orang-orang ayng berinteraksi dengan saya?

Hhhhmmm..Ibu Koestini, meskipun interaksi kita singkat, saya mendengar banyak kebaikan beliau. Dan saya pun pernah merasakan percikan kebaikannya. Percikan yang membuat saya nanti akan bersaksi di hadapanNya, di hari pertanggungjawaban kelak.

Allahummagfirlaha warhamha waafii wa’funaha. Semoga ibu dilapangkan dalam kubur, diterangi oleh amal sholeh ibu dan dipeluk oleh Rahman-RahimNya. Aamiiin

Sumber gambar: https://id.pinterest.com/my2morrow2day/water-art

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s