Hot Issue : Test Kematangan Masuk SD (part one)

Sebulan ke belakang dan sebulan ke depan saya dan tim disibukkan oleh satu kegiatan rutin setiap bulan Februari dan Maret: membantu beberapa TK untuk melaksanakan pemeriksaan kematangan masuk SD untuk siswa TK B-nya, dan evaluasi perkembangan untuk siswa PG dan TK A-nya. Dalam tulisan ini, yang akan saya ulas adalah mengenai pemeriksaan kematangan masuk SD.

Beberapa teman yang anaknya akan masuk SD tahun ini, yang sudah ada di TK B mungkin putera/puterinya sudah menjalani pemeriksaan kematangan masuk SD ini, baik di TK asalnya maupun SD yang akan dituju. Teman-teman pun mungkin sudah menerima hasil laporan pemeriksaannya. Sebagian mungkin sudah mendapatkan penjelasan langsung dari psikolog bagaimana cara membaca dan memahami isi laporan.

Tulisan ini saya tujuan pada teman-teman yang belum mendapatkan penjelasan utuh mengenai segala macam hal yang terkait dengan pemeriksaan masuk SD ini. Ini adalah rangkuman dari sesi parenting yang kemarin saya berikan di salah satu TK yang saya bantu.

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa(1) Tujuan Pemeriksaan Kematangan Masuk SD

Pemeriksaan kematangan masuk SD memang merupakan kewenangan psikolog, karena merupakan salah satu pemeriksaan psikologi. Pihak yang meminta, bisa institusi bisa individual. Untuk institusi, biasanya ada dua: TK dan SD. Untuk TK, pada umumnya tujuannya adalah untuk “memotret” kondisi kesiapan siswa-siswa TK B-nya untuk masuk SD. “Potret” yang didapat akan dimanfaat untuk mengarahkan stimulasi individual anak baik oleh guru dan orangtua. Saya sangat mendukung tujuan ini. Jika dilaksanakan bulan Februari/Maret, masih ada waktu sekitar 3 atau 4 bulan untuk menstimulasi aspek kemampuan dasar belajar anak yang belum berkembang secara optimal.

Adapun jika dilakukan di SD, biasanya SD swasta. Menurut pengalaman saya ada dua tujuannya: (1) Seleksi. Biasanya dilakukan oleh sekolah-sekolah “paporit” yang jumlah peminatnya jauuuuuh lebih banyak daripada jumlah kursi yang tersedia. Seperti hukum seleksi lainnya, maka yang paling keren hasilnya : yang paling pinter dan yang paling matang-lah yang akan diterima. Secara personal, saya merasa agak kurang sreg dengan tujuan ini. Meskipun saya juga bisa memahami, hal ini dilakukan bukan karena para guru di sekolah tersebut hanya mau menerima calon siswa yang “sudah jadi”, namun karena itu tadi…jumlah murid yang dapat diterima tak sebanding dengan jumlah murid….eh, jumlah orangtua murid yang ingin masuk sekolah tersebut. Tujuan yang ke(2) adalah untuk “inventarisasi potensi psikologi”. Sekolah seperti ini biasanya adalah sekolah inklusi, yang tak memberlakukan sistem seleksi. Prinsip mereka adalah: Siapa daftar cepat, dia dapat” šŸ˜‰ . Hasil pemeriksaan psikologi akan dijadikan informasi bagi guru untuk menstimulasi anak-anak tersebut secara individual. Guru di SD kelas 1 nanti jadi tahu; Si A, harus dimatengin dulu motorik halusnya. Sedangkan si B, perlu pendekatan semi individual karena rentang konsentrasinya belum sesuai dengan usianya, dst dst.

Ada lagi pemeriksaan yang dilakukan oleh orangtua, ini terbagi dua. (1) Yang diminta oleh sekolah. Biasanya, yang meminta adalah sekolah negeri. Menurut informasi yang saya terima, katanya ada peraturan yang menyatakan bahwa syarat masuk SD di sekolah negeri adalah jika usia anak sudah 7 tahun. Jika masih ada kuota, boleh yang dibawah 7 tahun tapi dengan “rekomendasi” kematangan dari psikolog. (2) Inisiatif orangtua sendiri. Biasanya, orangtua yang datang ke psikolog untuk tujuan mengetahui kamatangan anaknya masuk SD, karena sekolah anaknya tak menyelenggarakan pemeriksaan tersebutĀ  dan alasan terbanyak adalah ragu karena usia anak “nanggung”, sehingga butuh informasi apakah lebih baik memasukkan anaknya ke SD tahun ini atau tahun depan.

bersambung ke bagian dua: “kenapa sih, mau masuk SD anak harus “matang” ?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s